Apakah air panas bisa
membeku lebih cepat dari air dingin? wah, sekilas pertanyaan itu seperti
pertanyaan bodoh saja. Justru inilah yang diteliti oleh para ilmuwan. Mari kita
analisa sedikit. Air akan membeku dalam suhu 0 derajat Celcius.
Tapi jangan
lupa bahwa air bisa membunuh bakteri E.coli dalam suhu 50 derajat Celcius dalam
waktu yang lebih lama daripada air dingin di pantai New
England yang bersuhu 15 derajat Celcius yang dalam
proses menjadi es. Dari fakta itu kita bisa berasumsi bahwa air panas bisa
membeku lebih cepat daripada air dingin, dalam kondisi tertentu.
Keanehan alam
ini disebut sebagai efek Mpemba, diambil dari nama pelajar SMA Tanzania, Erasto
Mpemba yang pertama kali mengobservasi keadaan itu pada tahun 1953. Efek Mpemba
terjadi ketika dua bagian air dengan temperatur berbeda terekspos dalam kondisi
subzero, dan airyang lebih panas membeku lebih dulu. Observasi Mpemba ini sudah
dicocokkan dengan sejumlah pemikiran lebih dulu, seperti Aristoteles, Rene
Descartes, dan Francis Bacon, yang juga berpikir bahwa air panas bisa membeku
lebih dulu daripada air dingin.
Evaporasi adalah penjelasan yang paling masuk akal untuk
keadaan ini. Ketika air panas diletakkan dalam kontener terbuka mulai
mendingin, pengurangan massa secara keseluruhan terjadi bersamaan dengan
evaporasi air. Makin sedikit jumlah air yang membeku, maka jumlah waktu yang
diperlukan juga makin kecil. Tapi ini juga tak selalu berhasil, terutama ketika
dilakukan pada kontener tertutup yang mencegah evaporasi.
Bisa jadi evaporasi bukan satu-satunya alasan kenapa air panas bisa beku
lebih cepat. Adanya distribusi temperatur tak seragam di dalam air
juga bisa menjelaskan mengenai terjadinya efek Mpemba. Air panas naik ke atas
kontener sebelum shu itu pergi, menggantikan air dingin yang ada di bawahnya.
Gerakan air panas naik dan air dingin turun ini disebut konveksi terkini.
Nah, kalau kamu mau membuat es batu di ruang pembeku kulkas, lebih baik memakai
air panas saja agar cepat beku, dan cepat minum es… (^.^)V
10. Deja vu Deja vu adalah pengalaman tertentu akan
sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat
situasi baru itu sebelumnya - anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi
atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang
kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau
aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan
mimpi, tetapi kadangkadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di
masa lalu.
9. Deja Vecu Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang
dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu
adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah
pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam
detil yang besar - seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya
disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang
akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi - tidak hanya mengenal apa
yang akan datang berikutnya - tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di
sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat
aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.
8. Deja Visite Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit
orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat
yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya
meskipun tidak pernah ke sana
sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau
Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu
adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis
tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya "Our Old Home"
di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai
pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak
pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya
beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan
akurat persis seperti yang diketahuinya.
7. Deja Senti Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang
pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan
jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang
setelah mengalaminya adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang
sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah
dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu
telah diingat kembali. Kemampuan mengingat itu selalu
dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri,
atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak
normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti Oh, ya.
Aku mengerti , Tentu saja, aku ingat , dan lain-lain, hanya satu atau dua menit
kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan
kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan
ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah
kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu. Anda berpikir
baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak
mengucapkan suatu kata pun.
6. Jamais Vu Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan
sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu
sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri
dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara
rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum
dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang,
kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa
jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak. 5. Presque Vu Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata,
"serasa sudah di ujung lidah" - merupakan perasaan yang kuat bahwa
anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak
pernah datang. Istilah "presque vu" artinya "hampir
melihat". Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan
pikiran, dan seringkali orang sudah tidur dibuatnya.
4. L esprit de l Escalier L'esprit de l'escalier (lelucon di tangga rumah)
adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu
sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk
menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau
setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambatdan
tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga
meninggalkan suatu kejadian. Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz
digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa
Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise after the event
atau menjadi bijaksana setelah kejadian. Peristiwa itu biasanya disertai oleh
perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan
komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana
kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan
menyintai orang yang sabar dan menahan diri.
3. Capgras Delusion Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang
percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti
seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi
telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di
abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau
alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu
mereka. Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi
tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.
2. Fregoli Delusion Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang
terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda,
sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering
dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu
sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor
Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri
secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927 dalam
sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang
dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini
"mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang
dikenalnya . 1. Prosopagnosia Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang
tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah
dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan
perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang,
bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus
yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998
dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul "The man
who mistook his wife for a hat atau orang yang keliru akan istrinya karena
topinya. Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada
kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan
atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau - dari hal-hal di
sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan
keadaan - dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan
nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! Semoga menambah wawasan kita
semua....